Kamis, 20 September 2012

Osteoporosis Bukan Penyakit Orang Tua Saja

Osteoporosis Bukan Penyakit Orang Tua Saja


Orang-orang tua sajakah yang harus waspada terhadap osteoporosis? Tidak benar. Justru generasi muda, khususnya perempuan, yang sebenarnya gencar diincar penyakit kekeroposan tulang ini yang sering dijuluki 'silent disease' ini. Banyak orang cenderung tidak memperdulikan kondisi tulangnya yang membutuhkan asupan kalsium cukup banyak untuk dirinya nanti.
Menurut dr. Siti Annisa Nuhonni, SpRM, tiap manusia mengalami perkembangan massa tulang. "Puncaknya terjadi kurang lebih pada usia 20-30 tahun atau sekitar usia 34 tahun. Setelah itu, terjadi penurunan sampai menopause," terangnya saat itu sembari menambahkan bagaimana menopause yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon estrogen dapat memicu terjadinya osteoporosis.
Memang benar, massa tulang mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Pertambahan usia seseorang pun nantinya akan melebihi kecepatan siklus regenerasi tulang. Sementara sel-sel tulang mati harus segera diganti dengan yang baru. Perusakan sel tulang disebut osteoklas, sedang osteoblas merupakan proses pembentukan sel tulang baru.
Osteoblas berhubungan erat dengan kalsium. Untuk itulah dibutuhkan asupan kalsium yang cukup bagi tiap orang untuk mencegah terjadinya kekeroposan pada tulang. Sejak kecil, biasakan menimbun kalsium untuk dijadikan cadangan di hari tua. Terlebih setelah usia 50-60 tahun, pengeroposan tulang akan meningkat tajam.
Berapa banyak kalsium yang dibutuhkan per hari?
  • Untuk anak usia 0-6 bulan adalah 7-12 miligram
  • Untuk anak usia 7-12 bulan adalah 270 miligram
  • Untuk anak usia 1-3 tahun adalah 500 miligram
  • Untuk 9-18 tahun adalah 1300 miligram
  • Untuk 19-50 tahun adalah 1000 - 1200 miligram
Nah, mulai sekarang, selain menimbun kekayaan, mari mulai menimbun kalsium secukupnya untuk kesehatan dan kekuatan tulang dan sendi di hari tua agar tetap bisa beraktivitas secara maksimal bersama keluarga dan teman-teman!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar