Minggu, 23 September 2012

Khasiat Kismis

Khasiat Kismis

 

Kismis ini nama lainnya adalah vitis vinifera.
Merupakan anggur yang dikeringkan serta dapat dimakan langsung. Kismis juga seringkali digunakan dalam masakan. Kismis memiliki rasa yang sangat manis karena memiliki konsentrasi gula yang sangat tinggi.

Pada saat ini kismis banyak diperjualbelikan dalam berbagai tingkatan mutu.
Jenis kismis yang baik berasal dari Yunani dan negara-negara Mediterania lainnya, serta dari negara Australia.
Kismis yang terbaik adalah yang berbentuk besar, banyak lemak dan daging atau isinya, kulitnya tipis, bijinya dapat dicabut (kalaupun ada biasanya isinya sangatlah kecil).

Ternyata kismis tidak hanya cocok sebagai tambahan makanan saja, akan tetapi dia juga memiliki berbagai manfaat yang berkhasiat untuk kesehatan. Ibnu Qayyim pernah menulis dalam bukunya yang berjudul Metode Pengobatan Nabi, bahwa terdapat dua jenis hadits, namun tidak shahih terkait dengan kismis ini.
Pertama,
"makanan terbaik adalah kismis, karena dapat mengharumkan mulut dan mencairkan dahak."
Kedua,
"makanan terbaik adalah kismis, karena dapat menghilangkan lelah dan dapat memperkuat saraf serta meredakan kemarahan, disamping juga memperindah warna kulit dan mengharumkan bau mulut."

Manfaat kismis yang lain adalah bisa digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan. Selain itu kismis juga mengandung vitamin B kompleks yang berfungsi untuk pembentukan darah.
Kandungan phenolic phytonutrients nya juga berguna sebagai pembunuh kuman, antibiotik serta anti oksidan.
Bagi mereka yang ingin memiliki mata yang sehat juga disarankan mengkonsumsi makanan ini, karena di dalam kismis mengandung banyak sekali vitamin A, A-Beta Karotin dan A-Karotin.

Kismis juga mengandung fruktosa dan glukosa.
Hal ini dapat memberikan tambahan energi bagi tubuh manusia, dengan demikian kismis dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan diet yang ideal, atau bagi mereka yang ingin menambah berat badan tanpa mengumpulkan kolesterol.
Hal ini lebih didorong karena adanya banyak vitamin, asam amino dan mineral seperti selenium, fosfor dan lainnya. Kandungan vitamin yang banyak di dalam kismis dapat menfasilitasi penyerapan zat gizi lain dalam protein tubuh.


Selain itu, kismis juga dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami.
Hal ini disebabkan karena ekstrak kismis dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen (penyebab penyakit)_, seperti Lysteria monocytogenes, Escherichia coli 0157:H7 dan Staphylococcus aureus.
Dengan demikian, penambahan kismis ke dalam makanan dapat menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan perusak makanan.

Namun yang perlu diperhatikan.
Meskipun kismis memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh manusia, akan tetapi kismis tidak disarankan untuk dikonsumsi secara teratur bagi mereka yang menderita penyakit diabetes.
Hal ini disebabkan karena rasa manis yang terdapat pada kismis merupakan gula alami yang memiliki nilaiglikemik cukup tinggi, sehingga menyebabkannya mudah diserap menjadi gula darah dalam tubuh kita.

Kamis, 20 September 2012

Osteoporosis Bukan Penyakit Orang Tua Saja

Osteoporosis Bukan Penyakit Orang Tua Saja


Orang-orang tua sajakah yang harus waspada terhadap osteoporosis? Tidak benar. Justru generasi muda, khususnya perempuan, yang sebenarnya gencar diincar penyakit kekeroposan tulang ini yang sering dijuluki 'silent disease' ini. Banyak orang cenderung tidak memperdulikan kondisi tulangnya yang membutuhkan asupan kalsium cukup banyak untuk dirinya nanti.
Menurut dr. Siti Annisa Nuhonni, SpRM, tiap manusia mengalami perkembangan massa tulang. "Puncaknya terjadi kurang lebih pada usia 20-30 tahun atau sekitar usia 34 tahun. Setelah itu, terjadi penurunan sampai menopause," terangnya saat itu sembari menambahkan bagaimana menopause yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon estrogen dapat memicu terjadinya osteoporosis.
Memang benar, massa tulang mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Pertambahan usia seseorang pun nantinya akan melebihi kecepatan siklus regenerasi tulang. Sementara sel-sel tulang mati harus segera diganti dengan yang baru. Perusakan sel tulang disebut osteoklas, sedang osteoblas merupakan proses pembentukan sel tulang baru.
Osteoblas berhubungan erat dengan kalsium. Untuk itulah dibutuhkan asupan kalsium yang cukup bagi tiap orang untuk mencegah terjadinya kekeroposan pada tulang. Sejak kecil, biasakan menimbun kalsium untuk dijadikan cadangan di hari tua. Terlebih setelah usia 50-60 tahun, pengeroposan tulang akan meningkat tajam.
Berapa banyak kalsium yang dibutuhkan per hari?
  • Untuk anak usia 0-6 bulan adalah 7-12 miligram
  • Untuk anak usia 7-12 bulan adalah 270 miligram
  • Untuk anak usia 1-3 tahun adalah 500 miligram
  • Untuk 9-18 tahun adalah 1300 miligram
  • Untuk 19-50 tahun adalah 1000 - 1200 miligram
Nah, mulai sekarang, selain menimbun kekayaan, mari mulai menimbun kalsium secukupnya untuk kesehatan dan kekuatan tulang dan sendi di hari tua agar tetap bisa beraktivitas secara maksimal bersama keluarga dan teman-teman!

Olahraga yang Harus Dihindari Oleh Penderita Osteoporosis

Olah raga yang teratur dapat memperlambat laju kehilangan massa tulang dan menjaga kesehatan jaringan tulang secara keseluruhan. Olahraga yang bermanfaat bagi penderita osteoporosis terutama adalah latihan beban (beban tubuh atau benda lain) dan latihan kelenturan.

Latihan dengan beban tubuh

Latihan dengan beban tubuh berarti menggunakan kaki untuk menahan berat badan. Latihan ini bermanfaat bagi penderita osteoporosis karena membentuk tulang menjadi lebih padat dan kuat. Berlatih menahan badan Anda sendiri selama tiga puluh menit setiap hari juga menyehatkan jantung, meningkatkan kekuatan otot, dan menjaga koordinasi dan keseimbangan tubuh. Beberapa contoh latihan ini antara lain:
  • Berjalan kaki
  • Jogging
  • Menaiki tangga
  • Senam aerobik “low impact”
  • Menari
Berenang dan bersepeda– meskipun baik untuk kesegaran jasmani– bukanlah olah raga yang bermanfaat membangun tulang. Hal itu karena tubuh Anda ditopang oleh benda lain selain kaki dan tungkai Anda.

Latihan dengan beban selain tubuh

Angkat beban atau latihan resistensi (resistance exercise) adalah menahan beban benda selain tubuh Anda. Riset menunjukkan bahwa angkat beban menguatkan otot dan tulang serta mengurangi risiko patah tulang. Untuk mendapatkan hasil yang baik, berlatihlah dua atau tiga kali seminggu. Tingkatkan porsi latihan secara bertahap dengan menambah berat beban atau frekuensi pengulangan. Latihlah kelompok otot Anda yang berbeda, termasuk lengan, dada, pundak, kaki, perut dan punggung. Jangan melatih kelompok otot yang sama dalam dua latihan berturut-turut. Berikan kesempatan kelompok otot tersebut untuk memulihkan diri.
Latihan beban yang cocok bagi penderita osteoporosis antara lain:
  • Angkat beban menggunakan barbel dan dumbel di rumah atau di pusat kebugaran
  • Latihan resistensi dengan tali karet yang kekuatannya berbeda-beda.

Latihan Kelenturan

Olah raga yang menjaga kelenturan tubuh bermanfaat memperkuat tulang dan melenturkan sendi-sendi sehingga tidak mudah cedera. Termasuk dalam latihan kelenturan antara lain:
  • Senam Pelenturan
  • Tai chi
  • Yoga

Olah raga yang harus dihindari

Penderita osteoporosis sangat rawan terkena patah tulang, oleh karena itu harus menghindari olah raga berikut:
  • Aerobik “high impact”
  • Latihan yang memerlukan gerakan tiba-tiba dan bertenaga
  • Sit-up perut
  • Latihan yang memerlukan gerakan memelintir badan, seperti mengayun stik golf
  • Latihan yang memerlukan hentakan, berhenti dan memulai dengan tiba-tiba, seperti tenis dan squash

Kenali dan Cegah Osteoporosis

Kenali dan Cegah Osteoporosis
Tulang termasuk bagian penting tubuh Anda. Tulang menyangga tubuh sehingga Anda bisa beraktivitas. Kalau tulang rapuh dan keropos, beraktivitas sulit rasanya. Membungkuk atau batuk sekalipun bisa berakibat tulang patah. Bahkan lumpuh dan cacat permanen. Itu sebabnya Anda perlu mengenali dan mendeteksi osteoporosis sedari sekarang. Sebelum terlambat. 

Apa Itu Osteoporosis?
Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa dan kepadatan tulang sehingga tulang jadi rapuh dan keropos. Tidak jelas apa penyebab osteoporosis. Yang jelas, tulang Anda terus-menerus beregenerasi. Saat Anda muda, tubuh memproduksi tulang baru lebih cepat ketimbang hilangnya tulang lama, dan kepadatan tulang meningkat. Tapi selewat usia 30-an, kepadatan tulang mencapai puncaknya. Produksi tulang baru jadi lebih lambat ketimbang penghancuran tulang lama. Tulang makin riskan keropos. 

Gejala-Gejala Osteoporosis
Osteoporosis kerap disebut ”silent disease” karena gejalanya tidak tampak sejak awal. Saat tulang mulai keropos, biasanya tidak terasa apa pun. Tapi begitu keroposnya parah, mulai muncul gejala-gejala seperti nyeri di punggung, berkurangnya tinggi tubuh, postur tubuh makin bungkuk, serta patah tulang terutama pada bagian punggung, pinggul, paha, dan pergelangan tangan. 

Siapa yang Bisa Terkena Osteoporosis?
Walau dianggap ”penyakit perempuan”, siapa pun bisa mengalami osteoporosis. Ya, termasuk Anda. Osteoporosis juga bukan lagi ”penyakit orang tua”. Kini orang-orang muda, akibat gaya hidup yang keliru, bisa mengalaminya sedari usia 20-an atau 30-an. Apakah Anda rajin berolahraga? Apakah pekerjaan menuntut Anda duduk berjam-jam di meja? Cukupkah konsumsi kalsium Anda? Masihkah Anda mengonsumsi alkohol, kafein, dan rokok? 

Mencegah Osteoporosis Murah dan Mudah
Dampak tulang keropos, misalnya patah tulang, bisa diatasi dengan bedah medis. Tapi biayanya tentu besar. Dan riskan menimbulkan komplikasi setelahnya. Kalau terlambat ditangani, bisa lumpuh atau cacat permanen. Mencegah osteoporosis tentu jauh lebih mudah dan murah. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjaga tulang tetap sehat dan kuat. Bagaimana caranya?
  • Berolahraga teratur, minimal berjalan, terutama di pagi hari. Bersepeda, jogging, atau aerobik juga boleh.
  • Konsumsi kalsium sebanyak 1000-1500 mg tiap hari. Anda bisa memperolehnya dari jus jeruk, kuning telur, yogurt, brokoli, dan sayuran berdaun hijau.
  • Konsumsi vitamin D sebanyak 400-800 IU tiap hari. Anda bisa memperolehnya dari sinar matahari, susu, kacang kedelai, dan ikan laut.
  • Hindari rokok serta minuman berkafein dan beralkohol.
  • Kurangi konsumsi garam, sodium, daging merah, dan makanan yang diasinkan.
  • Saat duduk maupun berdiri, pertahankan postur tubuh Anda tetap tegak, dengan punggung hingga tengkuk tetap lurus.
  • Gunakan kursi yang ergonomis kalau pekerjaan menuntut Anda untuk duduk di meja seharian.
  • Saat mengangkat barang dari lantai atau tanah, tekuk lutut (berlutut), bukan pinggang (membungkuk). Kemudian angkat dengan mempertahankan punggung atas Anda tetap tegak.
  • Cegah jatuh. Hindari pemakaian sepatu berhak kelewat tinggi dan bersol licin. Hindari lantai basah. Rapikan kabel yang bertebaran di lantai. Pastikan tiap kamar memperoleh cukup cahaya. Taruh keset di dalam dan di luar kamar mandi.